Archive for April, 2009
Falsafah Cinta
Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang hanya ingin bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintainya, menyebutnya takdir.
Allah mengetahui yang terbaik, akan memberi ujian untuk menguji kita, Kadang cinta melukai hati, supaya hikmahnya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya,
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa Ia mengambil sesuatu, Ia akan memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu ? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa,
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono, Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
-Baca Selanjutnya>
Cinta Dan Waktu
Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi daripada sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul :”Mari kita bermain petak umpet.” Mereka semua menyukai ide tsb, dan secara tiba2 Madness/Kegilaan berteriak: “Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!”.
Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin mencari kegilaan, semua yang lain setuju saja. Kegilaan segera bersandar kepohon dan mulai menghitung, “Satu, dua, tiga…”
Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tsb bersembunyi. Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan, Pengkhianatan bersembunyi di tumpukan sampah. Kasih sayang bergulung di antara awan, dan Nafsu Kegairahan pergi ke tengah2 bumi. Kebohongan
berkata akan bersembunyi di bawah batu, tapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau.
Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam kantung yang kemudian ternyata dirobeknya
karena kantung itu dirasanya tidak nyaman.
-Baca Selanjutnya>
